Seminggu yang lalu aku telp. Papah menanyakan kabar beliau, tidak seperti biasa suaranya gagah walaupun ada kekosongan disana..
Tapi saat itu Papah begitu lemah suaranya, aku tanya “Pah lagi dimana?”, beliau mengatakan lagi dikamar mau tidur siang, tapi tak bisa karena teringat mamah… Deg.. dadaku terasa sesak, tiba2 mataku perih aku berusaha menahan agar suaraku tak berubah, jujur setiap kali mendengar nama mamah disebut ada kepedihan yang dalam di hatiku dan mataku terasa perih..
Aku memang sangat merindukan beliau, ia kebanggaanku..
Jujur dulu selama beliau ada, hampir setiap malam aku selalu berhayal pulang ke TPI bertemu Papah&Mamah, mendengar suaranya, melihat tatapan matanya, merasakan dekapannya dan mendengarkan semua kisahnya selama aku tidak ada di Tg.Pinang.. ya itu semua adalah kebahagiaan bagiku dan hal yang selalu membuat aku bertahan hidup walaupun dalam kondisi terpuruk sekalipun..
Saat ini setiap aku sendiri aku bingung, tak ada lagi hayalan yg dapat membuat aku kuat.. ya karena hayalanku pasti selalu satu paket “Papah & Mamah”, jujur rasanya separuh jiwaku ikut hilang, kadang aku tertawa, bergurau dan tampil seolah tanpa masalah. Itu semua hanya sekedar menutupi perasaan ku yang sebenarnya, karena aku tak mau ada yang tau apa yang ku rasakan..
Aku katakan ke papah “Pah, kenapa? papah kangen mamah”, Papah mengatakan “iya, tak bisa melupakan mamah”.
Aku katakan “Pah, mamah itu memang pantas untuk dikenang, mamah terlalu banyak memberikan kenangan indah pada kita semua, mamah itu begitu sempurna di mata kita pah, dan tidak perlu dilupakan pah..”
“Tidak ada salahnya merindukannya pah, yang salah kalau kita berlebihan sampai berharap mamah kembali atau sampai menggali makam mamah hanya untuk dekat dengannya..”
“klo mengingatnya salah, tak mungkin ada do’a kepada orang yang telah meninggal pah, itu berarti kita boleh mengenangnya, dan saat mengenangnya kita barengi dengan do’a, jujur asep juga melakukan hal yang sama pah.. setiap hari, selalu mengingat mamah, dan saat mengingat iringi dengan kiriman do’a sebagai hadiah kepada mamah atas apa yang telah diberikannya pada kita pah.. ya hanya itu yang dapat kita lakukan pah..”
“Iya.. papah coba untuk istirahat sekarang ya..”
“Ya pah tidurlah.. dan jangan terganggu dengan orang lain yang menyalahkan papah karena mengingat mamah, sekali lagi asep tak menyalahkan papah, malah bangga dengan papah.. bangga akan kasih sayang papah ke mamah.. istirahatlah pah”
Telp. ku tutup.. berbarengan dengan tetesan airmataku yang menetes, ya aku berusaha sekuat tenaga untuk tak meneteskan air mata saat komunikasi dengan papah, karena aku takut suaraku berubah..
Papah adalah seorang suami yang hebat, beliau selalu mendampingi mamah, saat sehat bahkan saat mamah sakit.. ia begitu setia mendampingi dan mengurus mamah..
Yah itu semua adalah hadiah buat mamah yang selalu memberikan perhatian dan baktinya pada papah dan keluarga selama beliau sehat..
Dan hal yang selalu aku sesalkan seumur hidupku adalah tidak ada disampingnya saat beliau sakit, tidak bisa mengurus beliau karena aku tak ada didekatnya..
Penyesalan..penyesalan.. hanya itu yg aku rasakan, aku hanya berharap setiap do’a-do’aku untuk mamah di kabulkan Allah..Aminn..
Ya Allah, Ampuni Segala Kesalahan Mamah..
Ya Allah.. Terimalah Amal Ibadah Mamah..
Tempatkan Ia disisimu bersama Hamba-hambaMu yang mendapat Rahmat dan Ridomu Ya rabb…
Jadikanlah Ilmu yang ditinggalkannya bermanfaat dan menjadikan RahmatMu padanya ya Alllah..
Amin..amin ya Rabbal Allamin..
19 maret ’10
Filed under: corat-coret, Maret '10