Di Desktop komputer kantorku aku tampilkan Photo terakhirku bersama Mamah di Bandara Husein Bandung saat mengantar beliau berangkat pulang ke Tg.Pinang. Otomatis setiap kali aku menyalakan komputer pasti mataku tertuju pada beliau dan ada rasa pedih hati dan mata ini, untuk mengganti tampilan desktop agar menghilangkan rasa pedih itu sisi hatiku yang lain melarangnya..
Dalam setiap photo, Mamah selalu tersenyum.. Tapi setiap kali aku memandang photo ini aku melihat senyum yg berbeda, seperti ada kepedihan dihati beliau. Dan jujur setiap rasa itu muncul selalu ada penyesalan dihati ini karena aku tidak memaksa beliau untuk lebih lama di Bandung bersamaku
Aku sempat meminta Mamah & Papah untuk lebih lama di Bandung bersamaku, tapi itu tak mungkin karena sudah terlalu lama meninggalkan rumah katanya..
Kalau sudah perasaanku tak tentu biasanya aku buka aplikasi apa saja sekedar mengalihkan perhatian agar airmataku tidak menetes…
Jari tanganku membuka FB, tanpa sengaja aku melihat keponakanku “VIA TIKA” menuliskan coretan tentang Mutiara yang hilang.. aku penasaran dan membacanya :
Mutiaraku yang hilang
Tuesday, February 23, 2010 1:15 PM
Di kesunyian malam aku terbangun dr mimpi burukku
gemercikan hujan d.sertai petir d.mlm it.
Aku tak bisa membendung air mataku,
d.saat aku memimpikan dirimu
teringat saat tiara meninggalkanku
detak jangtung d.sertai nadiku terasa terhenti
badanku lemah saat ku dengar tiaraku tiada lagi..
Saat Tiara sampai d.rumah
Tuesday, February 23, 2010 1:24 PM
Aku tak pernah percaya
Tiaraku meninggalkanku begtu cepat
saat aku berjalan keruang depan
ku lihat tubuhmu terbujur kaku terbaring d.sana
orang” tak hentinya melantunkan Asma Allah..
Aku terduduk lemah d.samping tubuhmu yg mulai dingin dan pucat.
Tak bisa lagi ku tahan air mata yg sejak td ku bendung rapih
badanmu yg dingin n kaku ku peluk erat
tak ingin ku lepaskan pelukan itu
hingga aku terlelap d.sampingmu..
Saat Tiara Dibawa pergi
Tuesday, February 23, 2010 1:30 PM
Aku tak kuasa melihat tubuhmu yg kaku it d.balut kain putih
aku tak ingin Tiaraku pergi..
Mereka menahanku saat aku meronta agar tiaraku tetap bersamaku
Tapi..
Mereka tetap membawamu menuju tempat peristirahatanmu
saat tanah merah menutupi jasatmu
perlahan namun pasti gemburan tanah merah it menutupi ragamu
hatiku luluh lantak
badanku lemah
hingga aku terjatuh tepat d.batu nisanmu
Setelah penguburan tiara
Aku pulang dg derain air mata
air mata yg tak hentiny mengalir
badan ini terasa lemah tak berdaya
bibir in tak bs berkata
hanya desir angin yg kencang menggoyang dedaun yg terdengar.
Tak ada lagi senyum cerianya
tak ada lagi canda n tawany
tak ada lagi omelan berhargany..
Sekarang tak ada lagi certa tentangmu..
Yg ad hany kenangan masa lalu yg indah
Dia…(nenekku)
telah pergi menghadap_MU
pergi untk selamany
Tuhan..
Hanya satu pintaku padaMU
Sayangilah ia seprt ia menyayangiku
Tempatkanlai ia d.sisiMU
Jagalah ia n sejajarkanlah ia dg org” yg beriman
Aku akan selalu mendoakan mu
dirimu akan selalu ada d.lubuk hatiku yg paling dalam
dan tak kan pernah hilang
hingga akhir usia ini
hingga mata ini tertutup
hingga pd saatny aku akan menyusulmu
Itulah coretan Keponakanku di FB.. tanpa terasa mataku pedih, dada ini sakit sekali, airmataku menetes juga walau ku coba menahannya..
Mamah…
Kenangan dan cerita tentang dirimu tak akan pernah hilang, setiap hari aku selalu mengingat dan pasti meneteskan air mata ini, entahlah sampai kapan..
Dalam lamunan kadang aku berharap semua kejadian ini hanya mimpi..ya hanya mimpi, karena sampai saat ini jujur aku masih blom bisa terima kenyataan ini, walaupun di depan semua orang aku seolah bisa menerimanya..
sakit…pedih.. kadang ingin rasanya aku teriak memanggilmu…
Filed under: corat-coret
Masih terurai
Segala imaji
Yang selalu mengkaji
Lautmu yang sunyi badai
Al-Amien,14 Mei 2010
Terimakasih tambahannya saudaraku..